Peringatan Maulid Nabi di RA Ar Rahmah: Kreativitas, Doa, dan Keceriaan

Sebelum shalat Dhuha dimulai. Adzan dikumandangkan oleh ananda Pijar dari kelas Umar bin Khattab dengan suara yang lantang, lafal iqomah diserukan oleh ananda Elhan dari kelas Usamah bin Zaid . Seluruh siswa siswi memulai shalat dengan membaca niat shalat Dhuha bersama dan dibimbing oleh para guru. Imam shalat Dhuha hari ini dipimpin oleh ananda Kenzi dari kelas Usman bin Affan. Diakhir shalat Dhuha seluruh siswa siswa melantunkan dzikir, senandung asmaul husna serta doa untuk kedua orang tua dan doa kebaikan dunia dan akhirat.

Ketika shalat Dhuha berlangsung, seluruh siswa mengikuti gerakan shalat dengan tertib dan menirukan setiap bacaan shalat dengan lancar. Surat pendek yang dibaca saat shalat Dhuha yakni surat Ad-Dhuha dan surat At-Tin. Bacaan shalat tetap dibimbing oleh seluruh guru.

Setelah shalat Dhuha, seluruh siswa siswi kembali ke gedung RA untuk mengikuti serangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan dimulai dengan shalawat bersama, melihat video tentang kisah dilahirkan Nabi Muhammad SAW dan penjelasan singkat tentang makna Maulid Nabi dan filosofi tumpeng sebagai simbol rasa syukur, berbagi dan berbuat kebaikan.

Setelah itu, seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing untuk kegiatan menghias tumpeng, lengkap dengan nasi kuning, lauk beraneka ragam, dan sayuran yang sudah dibawa masing-masing siswa dari rumah. Guru menjelaskan langkah-langkah menghias tumpeng, mulai dari membentuk nasi menjadi kerucut, menata lauk dan sayuran, hingga menambahkan hiasan kecil seperti sosis goreng berbentuk bunga, tomat, atau daun selada.

Anak-anak tampak antusias menata nasi menjadi kerucut, menempatkan lauk dan sayuran, hingga menambahkan hiasan warna-warni. Beberapa anak membuat pola kreatif sesuai imajinasi mereka, sementara guru mendampingi, memberi semangat, dan mengingatkan makna setiap simbol pada tumpeng. Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa siswi RA Ar Rahmah tidak hanya belajar tentang sejarah dan kisah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dilatih kreativitas, kerja sama, dan nilai-nilai keagamaan. Perayaan Maulid Nabi ini meninggalkan kesan hangat, penuh keceriaan, dan menjadi pengalaman spiritual yang mendidik bagi anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan menghias tumpeng ini bukan hanya melatih kreativitas dan keterampilan anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai keagamaan, seperti bersyukur, berbagi, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, cerdas, dan berakhlak mulia sejak usia dini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top